Penerapan Iptek Boiler Tahu kapasitas 20 kg kedelai/jam
DOI:
https://doi.org/10.35314/t355vh24Keywords:
Tahu, boiler, kedelai, efisiensiAbstract
UMKM Tahu Nusantara merupakan usaha tahu turun-temurun yang berdiri sejak 1988 di Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis. Proses produksi masih dilakukan secara tradisional menggunakan kayu bakar untuk merebus kedelai. Metode ini membutuhkan waktu cukup lama, yaitu sekitar tiga jam untuk 15 kg kedelai, serta boros bahan bakar. Selain itu, pemanasan yang tidak merata sering menyebabkan bagian bawah adonan gosong, menimbulkan bau sangit, dan menurunkan kualitas tahu yang dihasilkan. Kondisi ini membuat kapasitas produksi terbatas dan keuntungan yang diperoleh tidak optimal. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim menawarkan solusi berupa perancangan dan penerapan boiler sebagai alat pemanas modern dalam proses pengolahan tahu. Penggunaan boiler mampu mempercepat proses perebusan menjadi 15–20 menit untuk 10–15 kg kedelai, menghasilkan pemanasan yang merata, mengurangi risiko gosong, serta meningkatkan kualitas dan higienitas produk. Selain itu, penggunaan bahan bakar dapat dihemat hingga 50%. Kegiatan ini bertujuan membantu mitra meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, dan kualitas produk. Dengan teknologi ini, UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha.


