Peningkatan Keterampilan Pemuda Putus Sekolah melalui Pelatihan Pengelasan SMAW di Desa Sungai Alam, Bengkalis
DOI:
https://doi.org/10.35314/mtacvr47Keywords:
Pengelasan SMAW, keterampilan las, usia produktif, pemuda putus sekolahAbstract
Kondisi belum bekerja atau menganggur di kalangan pemuda putus sekolah merupakan masalah serius yang dapat menghambat pembangunan desa. Desa Sungai Alam, yang berbatasan langsung dengan kampus Politeknik Negeri Bengkalis, menghadapi tantangan tersebut, di mana banyak pemuda usia produktif yang putus sekolah tidak memiliki keterampilan teknis untuk bersaing di dunia kerja. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan pemuda tersebut dengan memberikan keterampilan praktis pengelasan SMAW guna menciptakan peluang kerja dan wirausaha. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap utama: (1) identifikasi masalah dan persiapan sarana, (2) pelatihan selama tiga hari yang meliputi pemberian materi teori, demonstrasi alat, praktik keterampilan dasar, dan pembuatan produk sederhana, serta (3) evaluasi melalui observasi partisipasi dan penilaian hasil produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 10 peserta pelatihan berhasil meningkatkan kompetensi dasar pengelasan mereka dan mampu menghasilkan produk sederhana seperti tempat duduk dari besi hollow. Antusiasme dan kepercayaan diri peserta juga meningkat signifikan, yang ditandai dengan keinginan untuk bekerja atau berwirausaha di bidang pengelasan. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan berbasis praktik ini efektif sebagai langkah awal pemberdayaan ekonomi pemuda. Untuk keberlanjutan, diperlukan program pelatihan lanjutan guna meningkatkan level kompetensi peserta


