“ English Adventure Camp” Pelatihan Bahasa Inggris untuk Peningkatan Komunikasi Remaja Desa Senggoro
DOI:
https://doi.org/10.35314/jm6nvh42Keywords:
english, camp, CLTAbstract
Program pengabdian berbasis masyarakat bertajuk English Adventure Camp sebagai upaya peningkatan kemampuan bahasa Inggris pada remaja Desa Senggoro, Pulau Bengkalis, yang selama ini mengalami keterbatasan exposure bahasa Inggris. Program dirancang dengan mengintegrasikan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) dan pembelajaran multimodal, dilaksanakan selama satu bulan dalam lima pertemuan intensif (durasi 120–180 menit per pertemuan). Kegiatan pembelajaran mencakup pengenalan kosakata dasar, latihan percakapan sehari-hari, penceritaan, permainan kreatif, serta teknik berbicara dan presentasi, dengan dukungan media interaktif seperti Wordwall dan platform game. Pelaksanaan melibatkan tim pengajar dari akademisi dan mahasiswa Jurusan Bahasa sebagai fasilitator, serta partisipasi aktif mitra desa sebagai dukungan contexto. Temuan awal menunjukkan peningkatan keberanian berkomunikasi, penguatan kosa kata tematik, serta kemampuan membangun kalimat deskriptif singkat di kalangan peserta. Evaluasi formatif dan umpan balik berkelanjutan menunjukkan adanya peningkatan exposure bahasa Inggris secara praktis meskipun terdapat kendala terkait keterbatasan kosakata dan alokasi durasi materi. Secara keseluruhan, English Adventure Camp berpotensi menjadi model intervensi pembelajaran bahasa Inggris yang efektif untuk konteks desa terpencil melalui kombinasi pendekatan multimodal dan pengalaman langsung, dengan implikasi peningkatan literasi bahasa Inggris dan kesiapan peserta menghadapi tantangan lingkungan kerja global.


