PENGARUH GENANGAN AIR LAUT TERHADAP KERUSAKAN JALAN ASPAL (AC-WC)

Authors

  • Avito Miftahul Ulum Teknik perancangan jalan jembatan politeknik negeri bengkalis Author
  • Lizar Author

DOI:

https://doi.org/10.35314/tekla.v8.i1.1759

Keywords:

AC-WC, Air Laut, Karakteristik Marshall, Kerusakan Jalan, KAO

Abstract

Infrastruktur jalan di kawasan pesisir sering kali mengalami kerusakan dini akibat tergenang air laut akibat banjir rob, salah satunya di Jalan Patimura, Kota Dumai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi durasi perendaman air laut terhadap karakteristik campuran aspal Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) menggunakan metode pengujian Marshall. Bahan yang digunakan meliputi aspal penetrasi 60/70, agregat kasar dan halus dari Tanjung Balai Karimun, serta semen Portland sebagai filler. Seluruh material dasar diuji terlebih dahulu dan dinyatakan memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, ditetapkan Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 5,5% karena memenuhi seluruh parameter teknis dengan nilai stabilitas mencapai 1276,72 kg. Pengujian durasi rendaman air laut dilakukan pada kondisi KAO dengan variasi waktu 1 hari, 7 days, dan 50 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan air laut secara signifikan menurunkan performa campuran aspal seiring bertambahnya waktu. Nilai stabilitas mengalami penurunan dari 2904,28 kg pada hari ke-1 menjadi 2534,01 kg pada hari ke-50, sementara nilai kelelehan (flow) meningkat dari 2,7 mm menjadi 3,8 mm. Peningkatan rongga dalam campuran (VITM) hingga 5,18% mengindikasikan struktur aspal melunak dan menjadi lebih porus. Meskipun nilai Marshall masih memenuhi batas minimum spesifikasi, tren penurunan stabilitas membuktikan air laut mempercepat degradasi aspal. Oleh karena itu, perencanaan jalan di area pesisir membutuhkan sistem drainase yang optimal dan material aspal yang lebih adaptif.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-07-31

Issue

Section

Articles