ANALISIS GETARAN PADA MESIN BOR DUDUK DENGAN VARIASI KECEPATAN PUTARAN MATA BOR
DOI:
https://doi.org/10.35314/g3da9e62Keywords:
mesin bor duduk, getaran, diameter mata bor, amplitudo, presisi pengeboranAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan putar mesin bor ibarmia dengan diameter mata bor 8 mm, 10 mm, dan 12 mm terhadap karakteristik getaran pada mesin bor duduk. Analisis dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kecepatan putaran, diameter mata bor, dan respons getaran yang muncul, serta dampaknya terhadap kualitas geometri lubang hasil pengeboran. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan pengambilan data getaran secara langsung menggunakan vibration meter pada tiga titik pengukuran, yaitu kepala bor, meja bor, dan dudukan mesin. Kecepatan putaran divalidasi dengan tachometer digital, sedangkan hasil geometri lubang diukur menggunakan jangka sorong. Variabel bebas berupa diameter mata bor dan kecepatan putaran, sedangkan variabel terikat berupa percepatan getaran dan kualitas lubang. Setiap pengujian dilakukan tiga kali untuk memperoleh data rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan dari tiga variasi kecepatan mesin bor ibarmia mengasilkan getaran dalam bentuk ampitudo paling besar terjadi pada putaran 500 rpm diameter mata bor 12 mm pada arah aksial sebesar 0.019 mm, sedangkan getaran terkecil pada mata bor 8 mm dengan putaran 840 rpm pada arah vertical sebesar 0.007 mm. Getaran pada proses bor dengan kecepatan lebih rendah yaitu mata bor 12 mm pengukuran getaran arah aksial memiliki amplitudo terbesar dibandingkan variasi lainnya, sedangkan getaran mata bor 8 mm selalu paling kecil, hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar diameter mata bor, semakin besar gaya pemotongan yang terjadi sehingga meningkatkan getaran, terutama pada arah aksial. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian getaran untuk menjaga presisi hasil pengeboran

