Analisis Perawatan Mesin Pembelah Kayu Pada Toko Niaga Baru
DOI:
https://doi.org/10.35314/nfhfd007Keywords:
Perawatan Korektif,MTBF, FMEA.Abstract
Industri kecil furnitur berbahan kayu memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, namun sering menghadapi kendala teknis, khususnya dalam aspek perawatan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem perawatan mesin pembelah kayu di Toko Niaga Baru, Padang Pariaman, yang masih menggunakan pendekatan korektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui pengumpulan data operasional, wawancara, dan dokumentasi teknis. Pengukuran dilakukan menggunakan indikator performa mesin seperti MTBF, MTTR, Availability, dan Reliability, serta analisis risiko melalui metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MTBF awal sebesar 457 jam meningkat menjadi 912,5 jam setelah penerapan strategi baru; MTTR turun dari 6 jam menjadi 4,875 jam; Availability naik dari 98,07% menjadi 99,47%; dan Reliability meningkat dari 72,03% menjadi 84,7%. Analisis FMEA mengidentifikasi mata pisau tumpul sebagai sumber risiko tertinggi dengan RPN sebesar 120. Strategi perawatan baru yang diterapkan meliputi pengasahan rutin, pembersihan debu, pelumasan berkala, serta pemanfaatan sensor suhu dan getaran sebagai teknologi pemantauan kondisi. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam merancang sistem perawatan berbasis data yang adaptif, sederhana, dan efektif bagi pelaku industri kecil, serta memperkaya literatur terkait penerapan teknologi pemeliharaan pada usaha dengan sumber daya terbatas.

